Pengacara Kondang Sisco Bessi Dampingi Bupati Buce Lioe, Adukan Dua Akun ke Polres TTS

  

SOE; Jejakhukumindonesia.Com, Persoalan dua akun yang dipersoalkan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H., kini mendapat pendampingannya hukum dari Fransisco Bernando Bessi atau yang akrab disapa Sisco Bessi.


Kuasa hukum yang dikenal sebagai salah satu pengacara kondang di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu membenarkan bahwa dirinya telah menerima permintaan pendampingan hukum langsung dari Bupati TTS terkait rencana pengaduan terhadap dua akun yang dinilai menyerang pribadi kepala daerah tersebut melalui pemberitaan media online dan unggahan di media sosial Facebook.


Informasi tersebut diterima media langsung dari Sisco Bessi melalui pesan WhatsApp, Minggu (1/11/2026).

Kepada media ini, Sisco menjelaskan bahwa pendampingan tersebut diberikan setelah dirinya menerima pengaduan langsung dari Bupati TTS. Ia berharap pihak Kepolisian Resor (Polres) TTS dapat menindaklanjuti pengaduan yang akan disampaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


"Kami berharap pihak Polres Kabupaten Timor Tengah Selatan bisa menindaklanjuti laporan beliau, karena ini sudah sangat memalukan dan kurang pantas dipertontonkan di area publik. Kita sebenarnya harus bijak dalam bermedia sosial," jelas Sisco.


diberitakan sebelumnya, Bupati TTS, Eduard Markus Lioe atau yang akrab disapa Buce Lioe, menyampaikan rencana pengaduan terhadap dua konten yang dianggap telah menyerang dirinya.


Rencana tersebut diungkapkan Buce dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026), setelah melakukan konsultasi dengan pihak Polres TTS.


Dua konten yang dipersoalkan masing-masing berupa pemberitaan salah satu media online yang diterbitkan pada Sabtu (17/10/2026), serta unggahan akun Facebook Pemuda TTS Bebas Bicara berjudul "Bupati Timor Tengah Selatan Paling Tolol se-Indonesia", yang menurut Buce ditulis oleh akun anonim bernama Rival N.


Polemik ini bermula dari kritik dan perbincangan publik mengenai kebijakan penataan taman kota, khususnya kawasan Tugu Lilin, yang ramai mendapat perhatian masyarakat.

Dalam konferensi pers tersebut, Buce menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak pernah alergi terhadap kritik, saran, maupun masukan masyarakat. Namun, ia meminta agar penyampaian kritik tetap memperhatikan etika dan ketentuan hukum.

"Pemerintah daerah tidak alergi dengan kritik, masukan, dan saran. Saya pikir itu bebas, sebagai kontrol. Kami justru senang mendapat masukan tentang apa yang masyarakat mau," ungkap Buce.(*)

Baca juga