Sony Libing : Anggaran NTT Mart Bukan dari Dana Bos, Semua Dibiayai APBD Provinsi NTT


Kupang;Jejakhukumindonesia.com,Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Z. Sony Libing, menegaskan bahwa NTT Mart tidak pernah menjalin kerja sama dengan SMK Negeri 2 Kota Kupang, sekaligus membantah informasi yang menyebutkan adanya rencana launching NTT Mart di sekolah tersebut.


Penegasan itu disampaikan Sony Libing  di Kantor Disperindag Provinsi NTT, pada Selasa 3/2/26) menyusul beredarnya informasi yang dinilai tidak akurat dan berpotensi menyesatkan publik.



banner 336x280

Menurut Sony, hingga saat ini kerja sama NTT Mart dengan satuan pendidikan hanya dilakukan di SMA Negeri 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Di luar itu, kata dia, tidak ada kerja sama dengan SMA maupun SMK negeri lainnya, termasuk yang berada di Kota Kupang.


“Yang bekerja sama hanya SMA Negeri 2 Langke Rembong. Tidak pernah dan belum pernah ada kerja sama dengan SMKN 2 Kota Kupang atau SMA/SMK negeri lain,” tegas Sony 


Ia juga meluruskan informasi yang menyebutkan akan ada peluncuran (launching) NTT Mart di SMKN 2 Kota Kupang pada Kamis, 5 Februari 2026. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar perencanaan resmi.


“Informasi launching di SMKN 2 Kota Kupang itu tidak benar. Tidak ada agenda seperti itu,” ujarnya menegaskan.


Terkait pembiayaan, Sony Libing memastikan bahwa seluruh anggaran pembentukan dan operasional NTT Mart bersumber dari APBD Provinsi NTT, yang secara resmi tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disperindag Provinsi NTT. Ia dengan tegas membantah isu yang mengaitkan program NTT Mart dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


“Anggaran NTT Mart bukan dari Dana BOS. Itu tidak benar. Semua dibiayai dari APBD Provinsi,” katanya.


Lebih lanjut, Sony menjelaskan bahwa hingga saat ini NTT Mart telah terbentuk di 18 kabupaten/kota di NTT, sementara empat kabupaten/kota lainnya masih dalam proses pembentukan sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku.


Ia menambahkan, pada Kamis, 5 Februari 2026, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena justru dijadwalkan melakukan launching NTT Mart di Kabupaten Lembata, bukan di Kota Kupang.


“Kami perlu meluruskan informasi yang berkembang agar publik tidak disesatkan oleh kabar yang tidak diverifikasi,” tutup Sony Libing. (Ft/tim)

Baca juga