HEADLINE

PJ. WALI KOTA MINTA PENYALURAN BANSOS BERAS HARUS TEPAT SASARAN DAN TRANSPARAN

 

KUPANG;Jejakhukumindonesia.com ,Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE.,M.Si , minta agar penyaluran bantuan sosial beras bagi masyarakat dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, serta dapat dimanfaatkan secara baik oleh penerima manfaat. Pernyataan tersebut disampaikan Penjabat Wali Kota Kupang saat mewakili seluruh daerah penerima bantuan pada launching program penyaluran bantuan sosial non tunai beras kemiskinan ekstrem kerja sama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Perum Bulog Kanwil NTT bagi kabupaten/ kota se-NTT Tahun Anggaran 2023, Rabu (30/08). Launching yang berlangsung di Gudang Bulog, Tenau, Kelurahan Alak itu turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Kadis Sosial Provinsi NTT, Kadis Sosial Kota Kupang, Staf Ahli Wali Kota Kupang serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Provinsi NTT dan Kota Kupang.


Dalam sambutannya Penjabat Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, Perum Bulog Kanwil NTT dan semua pihak yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya program penyaluran bantuan sosial non tunai ini adalah langkah penting dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem di NTT. “Kerja sama antara pemerintah Provinsi NTT dengan Perum BULOG Kanwil NTT adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya. 


Fahren juga menegaskan bahwa pentingnya transparansi dalam penyaluran bantuan sosial seperti ini, "Kami berharap semua tim kerja bisa memastikan bahwa bantuan sosial ini benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan dan semua prosesnya harus transparan sehingga tidak ada ruang bagi praktik-praktik yang merugikan masyarakat," ujarnya

Menurutnya bantuan beras ini tidak hanya membantu masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi, tetapi juga akan menjaga stok pangan di wilayah ini. Pemerintah harus bisa memastikan bahwa setiap warga NTT yang terdata mengalami kemiskinan ekstrem memiliki akses terhadap pangan yang cukup. Program yang menjangkau seluruh kabupaten/kota di NTT itu diharapkan bisa diterima oleh yang berhak dengan lebih efisien dan transparan, serta memberikan dampak positif bagi ribuan keluarga yang berjuang mengatasi kemiskinan ekstrem. 


Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Himawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa seiring dengan berjalannya waktu dan penugasan dari pemerintah, perum Bulog saat ini bukan saja melakukan pelayanan  public services  obligation (PSO), tetapi juga melaksanakan kegiatan komersial/bisnis. Dalam pelayanan PSO tersebut perum bulog melakukan penyaluran beras untuk kegiatan operasi pasar menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP), penanggulangan bencana/rawan pangan yang dikelola oleh dinas sosial, pelayanan beras kepada ASN otonom, TNI/Polri dan instansi vertikal

Khsus untuk penyaluran beras premium bagi masyarakat dalam wilayah kemiskinan ekstrem di NTT, jumlah beras yang disiapkan dalam kerja sama ini sebanyak 160 ton untuk 22 kabupaten/kota se-NTT dengan setiap penerima akan mendapatkan 20 kg. Saat ini launching sekaligus penyaluran untuk wilayah yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan TTS. Total bantuan beras premium bagi ketiga daerah tersebut sebanyak 21.900 kg. Sampai hari ini sudah ada 12 kabupaten/kota yang telah melaksanakan penyaluran beras premium dan sisanya akan segera menyusul. 


Himawan menambahkan beras premium yang akan disalurkan perum Bulog dalam kerja sama ini adalah “Beras Fortivit” yang banyak mengandung vitamin dan salah satunya kegunaannya untuk mencegah terjadinya stunting, sejalan dengan program nasional untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.


Kegiatan launching penyaluran bantuan sosial non tunai beras kemiskinan ekstrem kerja sama Pemprov NTT dan Perum Bulog Kanwil NTT bagi kabupaten/kota se-NTT tahun anggaran 2023 tersebut kemudian ditutup dengan pemberian bantuan sosial beras langsung pada 10 orang penerima manfaat perwakilan Kota Kupang. Sedangkan jumlah keseluruhan penerima manfaat khusus Kota Kupang dalam program tersebut berjumlah 365 orang. *PKP_

Baca juga