HEADLINE

PENJABAT WALI KOTA JADI NARASUMBER SEMINAR AKADEMIK UNIVERSITAS TERBUKA KUPANG

 

Kupang;Jejakhukumindonesia.com,Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si., menjadi pembicara dalam seminar akademik Universitas Terbuka (UT) Kupang dengan tema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila, dan Semangat Kebangsaan Dalam Tatanan dan Budaya Kerja Menuju Indonesia Maju”, di Ballroom Hotel Harper, Senin (9/10). 


Turut hadir Rektor Universitas Terbuka, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Manggarai, Fransiskus Gero, S.Pd., Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., serta dihadiri oleh 633 lulusan Strata 1 dan Strata 2 yang berasal dari seluruh Provinsi NTT.


Dalam pemaparannya Penjabat Wali Kota menyampaikan bahwa Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara serta pandangan hidup bangsa yang telah diperjuangkan oleh para tokoh bangsa pendahulu. Menurutnya eksistensi Indonesia baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila.


”Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan,” ungkapnya.


Kepada para lulusan UT yang akan diwisuda pada 11 Oktober 2023, Fahren menitipkan pesan untuk tekun dalam setiap usaha yang dilakukan selanjutnya dan selalu ingat keberhasilan terjadi karena penyertaan Tuhan. Harapannya para lulusan harus memiliki karakter dan hati yang bijaksana serta mampu memberikan edukasi yang baik di dalam masyarakat.


Lebih lanjut dikatakan UT merupakan salah satu universitas terbaik dan didukung dengan teknologi yang luar biasa. Oleh karena itu menurutnya para lulusan boleh berbangga dengan keberhasilan yang diraih dan terus berkarya bagi masyarakat. ”Para lulusan yang akan diwisuda nanti harus berani belajar, bekerja sama dan saling berkolaborasi satu sama lain dalam masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu terkait toleransi dan kerukunan, Pj. Wali Kota menambahkan Pemerintah Kota Kupang secara konsisten merealisasikan Pancasila dalam setiap program kerja dan rencana pembangunan. Itu sebabnya Kota Kupang masuk dalam 5 besar kota yang menyandang predikat sebagai kota dengan indeks toleransi  tertinggi di Indonesia. Saat ini Kota Kupang sudah memiliki 4 kampung kerukunan antara lain kampung kerukunan Kelurahan Fatubesi, kampung kerukunan Kelurahan Kolhua, kampung kerukunan Kelurahan Bakunase 2, kampung kerukunan Kelurahan Fatululi. Dalam waktu dekat akan dilaunching 2 kampung kerukunan lainnya, yakni; kampung kerukunan Namosain dan kampung kerukunan Oesapa.


”Kota Kupang merupakan salah satu kota toleransi di Indonesia dan kita harus bangga dan jaga itu. Bagi para lulusan, mari kita bersama-sama membangun Kota Kupang dengan menyampaikan hal-hal positif untuk hidup rukun dan damai,” lanjut Fahren.


Selain itu terkait kebersihan, Penjabat Wali Kota minta semua elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan rutin melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing serta tidak membuang sampah secara sembarangan. Menurutnya pemerintah memiliki banyak cara untuk perangi sampah, namun kesadaran masyarakat lebih penting.

Selanjutnya tidak hanya fokus pada urusan toleransi kerukunan umat beragama, bukti nyata internalisasi Pancasila dalam program kerja Pemerintah Kota  Kupang adalah dengan memperjuangkan pemenuhan hak-hak dasar warga Kota Kupang, demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia, dengan merancang program kerja yang fokus pada pemulihan dan pemberdayaan ekonomi serta pengentasan kemiskinan dan penyakit, seperti stunting dan gizi buruk.  


Pemerintah Kota Kupang juga tengah berjuang dalam upaya pengendalian inflasi untuk menjamin ketersediaan stok serta stabilnya harga kebutuhan pokok. Pada bulan September 2023 lalu inflasi Kota Kupang tercatat di angka 1,87 persen (yoy). Capaian ini lebih rendah dari inflasi secara nasional yang tercatat di angka 2,28 persen dan inflasi Provinsi NTT yang tercatat di angka 2,19 persen.  Raihan ini cukup signifikan, mengingat pada bulan September tahun 2022 lalu, inflasi Kota Kupang masih di angka 7,45 persen. Selain itu, Pemerintah Kota Kupang memberi perhatian serius pada sektor-sektor lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti pendidikan, infrastruktur, pemenuhan kebutuhan air bersih serta pemberdayaan ekonomi.(chr)

Baca juga